Web GIS
Aplikasi Web GIS untuk memetakan wilayah administratif, tutupan lahan, jalan, dan rawan banjir dengan integrasi KML Import dinamis.
Project Gallery
My Role & Contributions
Membangun aplikasi Web GIS berarsitektur spasial tinggi menggunakan Laravel dan PostGIS untuk memetakan batas wilayah tingkat RT hingga akumulasi Kabupaten. Merancang parser KML dinamis dari nol untuk otomatisasi integrasi data spasial langsung ke dalam database, serta mengkonfigurasi GeoServer sebagai mesin rendering peta mandiri. Mengawal proyek secara end-to-end mulai dari fase rancangan arsitektur, pengembangan, hingga deployment ke server produksi.
The Problem
Pendataan aset wilayah spasial sering tidak sinkron dan rawan terjadi tumpang tindih (overlapping) batas antar RT, RW, hingga batas desa. Masyarakat dan instansi juga kesulitan mengakses visualisasi data geospasial yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan.
The Approach
Mengawinkan framework Laravel dengan PostGIS untuk kalkulasi geometri spasial. Karena rendering peta spasial berukuran masif sangat berat jika diproses di sisi aplikasi utama, arsitektur dipecah dengan mengkonfigurasi server independen (GeoServer) untuk bertugas merender layer peta. Membangun fitur KML Import dinamis agar petugas administrasi dapat secara mandiri mengunggah batas wilayah dan atribut spasial lainnya.
The Tech
Laravel (Fullstack), PostgreSQL dengan ekstensi PostGIS, Redis (untuk optimasi caching), Docker (kontainerisasi), GeoServer, dan algoritma KML Parsing.
The Outcome
Masyarakat dan instansi kini memiliki akses mudah dan terpusat ke informasi geospasial yang akurat. Keputusan batas teritorial menjadi lebih jelas berkat visualisasi peta hierarkis (RT -> Kecamatan), dan sistem sukses meminimalisir serta mendeteksi area wilayah yang berpotensi tumpang tindih secara otomatis.